Masalah


Dalam masalah kelanggengan Tenaga Kerja di rumah Majikan sering kali menjadi kendala, banyak faktor yang membuat tidak cocoknya Majikan dengan Tenaga Kerja, begitu juga sebaliknya. Terkadang memang hal ini yang begitu sederhana bisa menjadi masalah besar. Dan dalam menghadapi semua ini pihak Majikanpun harus bijaksana dalam membuat sebuah keputusan, jangan membuat suatu keputusan itu hanya untuk kepentingan pihak majikan saja dan menyalahkan diluar daripada Majikan.
Faktor yang menjadi kendala dalam putusnya hubungan antara Majikan dengan Tenaga Kerja :

1. Agen Penyalur
Dijaman Era sekarang ini banyak bermunculan agen penyalur pembantu rumah tangga di setiap daerah, tetapi yang benar-benar sebagai penyalur tenaga kerja khususnya dibidang pembantu rumah tangga sangat minim sekali, biasanya mayoritas dari mereka hanya mementingkan organisasi atau dirinya sendiri. Dan hasilnya kebanyakan daripada majikan tertipu akibat adanya kenakalan-kenakalan yang dibuat oleh sebuah agen penyalur. Seperti contohnya yang biasanya dilakukan agen penyalur adalah menarik pulang tenaga kerja setelah habis masa tanggungan agen terhadap majikan.
Kejadian sering terjadi kepada setiap majikan dirinya yang kurang waspada atau berhati-hati terhadap agen tersebut. Dan kasus seperti ini biasa terjadi karena sebagian majikan terbius oleh biaya administrasi dari pada agen tersebut yang relatif murah dan tidak memikirkan resiko kerugian yang akan dialami selanjutnya.

2. Tenaga Kerja
Dalam pemilihan tenaga kerja ini memang sedikit sulit, dikarenakan banyak hal yang bisa membuat mereka tidak bertahan lama untuk bekerja di tempat majikan. Hal yang paling mendasar sekali yaitu “Kejujuran”, memang mayoritas dari mereka mempunyai dasar ini tetapi tidak menutup kemungkinan untuk mereka berbuat hal-hal yang tidak kita inginkan, dikarenakan majikan yang kurang berhati-hati dalam menaruh sesuatu di rumah. Hal yang kedua yaitu “Niat” mereka datang ke kota yang hanya ikut-ikutan sahabatnya yang pernah terlebih dahulu merantau dan membawa hasil setalah kembali ke kampungnya, dan biasanya kegagalan yang dialami kurangnya kesiapan diri juga pengalaman yang kurang memadai. Hal yang ketiga biasanya dari faktor “Makan” yang mana hal ini banyak masuk keluhan dari tenaga kerja yang mana seorang majikan kurang memperhatikan jam makan tenaga kerja dan ada juga yang makannya di “Jatah/Taker”, karena makannya yang kurang teratur menyebabkan mereka kurang semangat untuk berkerja, pada akhirnya tidak betah di majikan.
Hal terakhir sekali yaitu tentang “Gaji”, yang mana mayoritas majikan meminta agar gaji tenaga kerja semurah mungkin tetapi tidak menyesuaikan gaji rendah dengan pekerjaan rumah yang berat.

3. Majikan
Mayoritas majikan tidak mengerti akan kata “Pembantu Rumah Tangga”, yang artinya adalah seseorang bekerja untuk membantu pekerjaan rumah yang di mana tidak bisa ditangani sendiri oleh pemilik rumah, tetapi yang kita lihat majikan biasanya memperlakukan pembantu rumah tangga layaknya seperti “Budak”, yang rata-rata gajinya Rp. 350.000,- sampai Rp. 400.000,- yang mana tugasnya harus membereskan segala pekerjaan rumah dari pagi hingga sore bahkan ada yang sampai malam hari, belum lagi ditambah bumbu dengan pelampiasan amarah majikan.
Kendala yang membuat tenaga kerja putus hubungan dengan majikan biasanya diakibatkan dari majikan sendiri, yang di mana tidak mendengarkan keluhan daripada tenaga kerja, dan hanya membenarkan diri sebagai majikan pihak yang bekuasa terhadap tenaga kerja.

4. Lingkungan
Hasil survei mengatakan 5 % putusnya hubungan tenaga kerja diakibatkan oleh faktor lingkungan, ini bisa terjadi karena kurang perhatiannya pihak majikan terhadap lingkungan sekitar tenaga kerja. Dan biasanya terdapat pada majikan yang mempunyai PRT lebih dari satu orang di rumahnya. Contohnya : satu rumah majikan mempunyai dua pembantu rumah tangga berna A dan B, usia A 35 Th dan B 20 Th. Karena merasa A lebih tua dan berpengalaman jadi kerjaan sehari-harinya hanya memerintah B, akhirnya B pun keberatan dan memutuskan untuk keluar dari rumah tersebut. Ini terjadi apabila perhatian majikan hanya membela A karena terlanjur sayang. Masih banyak lagi hal-hal yang membuat umur tenaga kerja itu hanya bertahan seumur jagung di tempat kerjanya.

Dari keempat faktor ini yang memang harus benar-benar diperhatikan, terkadang sering kali Majikan mengabaikan akan hal ini. Karena dari keempat faktor yang di atas kami sebutkan saling berhubungan satu sama lainnya untuk kelanggengang Tenaga Kerja yang bekerja di rumah Majikan, bila salah satu saja dari keempat faktor itu bermasalah maka tidak menutup kemungkinan akan terjadinya putus hubungan bahkan perselisihan yang dihadapi oleh agen penyalur, tenaga kerja dan majikan.

Semoga dengan adanya pembahasan masalah seputar tenaga kerja dapat bermanfaat bagi anda para Calon Majikan, khususnya bagi para majikan yang memperkerjakan PRT di rumah.
Bila anda mempunyai pertanyaan, saran atau kritik seputar tenaga kerja anda bisa hubungi kami

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: